Ritual Bed Time Story
Ini tentang kebiasaan membacakan buku sebelum tidur untuk bocah-bocah di rumah. Saking rutinnya sudah seperti ritual. Ritual bed time story.
Dengan Si Abang
Dulu dengan Si Abang wajib dibacakan buku sebelum tidur. Belum lengkap rasanya tidur kalau belum meminta dibacakan buku. Walaupun bukunya itu-itu saja tapi baginya itu cukup.
Buku yang paling sering dibacakan adalah buku “Lion King”. Dua kalimat pertama dari buku itu “Hari yang cerah di Afrika. Binatang-binatang…. ” dan seterusnya. Saking hapalnya, ketika saya memyelesaikan kalimat pertama, Si Abang langsung sambung dengan “Binatang-binatang… “
Entah dia mengerti atau tidak jalan ceritanya, tapi dia selalu menagih saya membacakan buku itu setiap malam. Saya bahkan sampai ngantuk-ngantuk membacakannya. Tapi tetap saja dia memaksa saya untuk tidak berhenti. “Baca! Baca! Baca!”, begitu katanya kalau mata saya mulai sayu.
Kalau sudah mengantuk, saya sering skip kalimat-kalimat di buku itu dengan menggantinya sesuai dengan gambar yang ada di halaman yang sedang dibaca. Paling tidak dia tahu bahwa yang keluar dari mulut saya ini masih sesuai dengan alur cerita. Hehehe.
Dengan Si Adek
Dengan Si Adek beda lagi. Saya tidak harus membacakan buku, tapi sebelum tidur dia menagih saya “bed time story?”. Dia meminta dengan mata bulatnya yang berbinar. Mana mungkin saya tolak.
Berhubung tidak ada buku di tangan maka ceritanya bisa sesuka saya saja. Yang paling sering adalah dari kisah tiga badut yang saya temui ketika pulang kantor.
Tentu saja itu fiktif. Tidak mungkin ada badut di sekitar kantor saya. Tapi setting dan latarnya benar-benar ada di sekitar kantor saya seperti pohon besar, lampu merah, kopaja, dll. Dengan adanya setting itu saya jadi bisa merangkai cerita karangan spontan saya setiap malam.
Pernah suatu waktu kami melewati kawasan kantor saya. Mereka bertanya, “Ini lampu merah yang ada badutnya?”. “Kopajanya dimana?”. Saya senyum-senyum saja.
Sekarang sudah besar
Sekarang kedua anak itu sudah besar. Si Abang sudah 14 tahun, Si Adek 10 tahun. Ada topik yang lain yang diobrolin sebelum tidur selain membacakan buku. Sudah tidak masanya lagi tidur sambil dibacakan buku.
Cepat sekali waktu berlalu. Ditagih-tagih bed time story seperti sekian tahun yang lalu, ternyata bikin kangen juga.
(Home, end of Sep 2024)